Aku tidak mencari kebahagiaan , tapi aku membuatnya.

Tampilkan postingan dengan label keluh kesah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluh kesah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2022

Mencari Cahaya dalam Kegelapan

Restu Teguh

Kehidupan seringkali membawa saya ke berbagai perjalanan yang tak terduga. Ada saat-saat ketika saya merasa berada di puncak, dan ada saat-saat lain ketika saya merasa terbenam dalam kegelapan. Saya adalah salah satu individu yang merasa bahwa keberhasilan adalah suatu hal yang tidak pasti, dan itu memunculkan ketakutan dan kebingungan dalam diri saya.


Ketidakpastian adalah salah satu aspek yang paling menakutkan dalam hidup saya. Saya tidak pernah tahu kapan saya akan berada di posisi puncak atau di bawah. Ini bukanlah masalah kesuksesan semata, tetapi juga tentang perasaan tidak pasti yang menghantui pikiran saya. Apakah saya mampu mencapainya? Apakah saya masih kuat mengejar ambisi tersebut? Apakah tujuan saya masih relevan? Ini adalah pertanyaan yang selalu berputar-putar dalam pikiran saya.


Bagi saya, menavigasi ketidakpastian berarti terus belajar dan berkembang. Saya memahami bahwa perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan dalam hidup. Saya harus siap untuk "merebranding" diri saya sendiri, beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar saya. Ini adalah tantangan yang seringkali menakutkan, tetapi juga merupakan peluang untuk pertumbuhan.


Beberapa orang mungkin memiliki rencana yang jelas tentang kapan mereka ingin mencapai sukses atau mencapai berbagai hal dalam hidup mereka. Namun, bagi saya, berpikir realistis berarti tidak memaksakan diri untuk mengikuti garis waktu yang mungkin tidak sesuai dengan perjalanan hidup saya. Saya memilih untuk hidup dalam waktu saat ini dan tidak membebani diri saya dengan ekspektasi yang tidak realistis.


Menerima Ketakutan

Ketakutan adalah bagian alami dari kehidupan. Saya telah belajar untuk menerima ketakutan saya sebagai teman sejati yang selalu mengingatkan saya untuk berhati-hati dan tetap rendah hati. Ketakutan tidak selalu harus menghambat; kadang-kadang, hal tersebut bisa menjadi dorongan untuk mencapai lebih banyak hal.

Ketakutan ini adalah sesuatu yang sudah lama menghantui pikiran saya. Saya telah menghadapinya dengan merenung dan meresapi bahwa hidup adalah proses yang terus berlanjut. Saya tidak perlu memiliki semua jawaban hari ini. Saya hanya perlu menghadapi tantangan yang ada dan terus belajar sepanjang perjalanan.

Banyak orang merumuskan jadwal yang ketat untuk diri mereka sendiri, menciptakan target-target yang harus dicapai pada usia tertentu. Tapi bagi saya, jadwal yang ketat itu tidak pernah terasa benar. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan terlalu banyak tekanan untuk mencapai sesuatu pada waktu tertentu hanya menambah beban diri sendiri.


Mencari Cahaya dalam Kegelapan

Terlepas dari segala ketakutan dan kebingungan, saya selalu mencoba untuk mencari cahaya dalam kegelapan. Itu bisa datang dalam bentuk dukungan dari orang-orang yang peduli, atau dalam bentuk pencapaian kecil yang memberi saya semangat. Saya percaya bahwa, seperti dalam perjalanan malam yang gelap, setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat ke fajar yang indah.


Ketidakpastian dan ketakutan adalah bagian alami dari perjalanan hidup. Bagi saya, mereka adalah tantangan yang harus dihadapi dan dipelajari. Saya tidak selalu tahu ke mana perjalanan ini akan membawa saya, tetapi saya akan terus berjalan, mengikuti jalan yang ada di tengah kegelapan, dan mencari cahaya di sepanjang perjalanan. Semua itu adalah bagian dari petualangan hidup yang penuh warna.

Etubrother
etubrother

Share:

Selasa, 17 Agustus 2021

Keluh Kesah Punya Temen Bgst

 

Restu Teguh
Keluh Kesah Punya Temen Bgst

Dari kecil dulu sampai dewasa ini,  kita gak pernah kekurangan teman-teman yg ber typical bgst , lo semua juga pasti punyalah temen bgst,  yakan?.


Gue nih punya banyak banget temen yg bgst banget, gak gue jauhin malah gue tampung cuy,  gila gak tuh? makanya gue banyak temen bgst yg deketin gue,  karna gue terlalu inferior dimata mereka, hingga akhirnya gue dimamfaatin sama mereka,  emang teman bang*at tuh kaya gitu anj*ng banget lah.


gue bahkan kalo ketemu stranger gue langsung tau kalo dia orangnya bangsat banget, gue liat stranger "Wah ajg nih orang kayaknya bgst" . saking seringnya temenan sama temen yg bgzt gue jadi tau gitu ciri ciri orang bgst cuma liat gerak geriknya aja.


Di artikel kali ini, pertama kalinya gue (anjay gue) pake bahasa slang,  cuy gue gak tahan nulis pake kata kata formal, terlalu mengekang kebebasan gue dalam menulis haha. 


Ngomong-ngomong tentang teman yang bangs*t , gue sebenernya masih nahan-nahan buat gak nulis ini, tapi kelakuan temen gue yang makin hari makin bgst ,  gue jadi gak tahan gitu cuy,  keknya hati gue kaya ada yang ngeganjel gitu, makanya gue mau keluarin unek-unek gue,  biar plong aja,  siapa tau temen gue yg bangst itu ngebaca tulisan gue, walaupun gue gayakin sih. 


Cuy gue punya banyak temen,  nah dari sekian banyak temen yg gue punya , kalo dipresentasikan 45% temen gue itu bgst banget , mulai dari temen yang pinjem duit tapi gak pernah bayar,  hingga yang pinjem barang kesayangan eh malah dijual, tai kan? .


Gue capek jadi orang baik kalo kaya gini,   gue selalu dimanfaatin sama si bgst, masih okelah kalo sekali,  ini udah berulang kali cuy. 


Ya temen bgst yg sering gue temuin,  dan paling lumrah ditemuin oleh orang orang banyak,  ya kaya temen yg datang pas ada butuhnya doang,  gak ada angin gak ada ujan tiba tiba ngechat "tu nginjem duit dong 200k nanti dibayar" , gue sih juga iba makanya gue pinjemin tuh duit, gue liat sih meyakinkan banget tuh mukanya kayaknya dia juga bakalan bayar, tapi 2 bulan  dari semenjak dia minjam duit,  eh si ajg malah gak bayar dong,  malah nyolot ketika ditagih, rasanya jadi males kalo minjemin duit lagi. 


Kejadian ngeselin lainnya bukan hanya itu, pernah dulu pas smp ketika gue sama  temen bgzt melakukan kegiatan night riding pas malam minggu, motor gue bannya bocor , bukanya gue ditolongin  malah ditinggalin,  parah cuy,  gue gabakal lupa sama kejadian itu , intinya si bgst itu gak ada rasa solidaritasnya.


mungkin kalian bertanya-tanya apakah gue masih temenan sama si bgzt? ya tentu saja , ironi sih memang, walau gue masih temenan tapi gue membatasi diri gue supaya gak dimamfaatin lagi, biar gak kejadian yang udah berlalu gak terulang lagi.


sekian guys, sorry ya memang artikel kali ini emang agak bar-bar dan kasar hehe,  karna kesel juga kalo ditahan-tahan, setidaknya plong .

Etubrother
etubrother



Share:

Senin, 19 Juli 2021

Tubuhku Yang Susah Gemuk Dihina Macam-Macam




"nggak pernah makan ya?"

orang kurus di dunia pernah dapet pertanyaan itu. wow, sebagai manusia biasa yang tinggal di Bumi dan menghidup Oksigen pastinya makan dong. Walaupun kurus tapi saya bukan tiang listrik atau umbi-umbian yang nggak butuh makan. Lagian kalo boleh jujur, porsi makan saya mungkin lebih besar dari porsi makan orang yang nanya.

Bermula dari sindiran atau hinaan , biasanya disusul pula dengan dugaan macam-macam. Yang cacingan lah, TBC lah, kurang gizi lah, dan yang paling sering adalah banyak pikiran atau stres. Lho... belum tahu ya kalau gemuk itu juga bisa disebabkan karena stres? Artinya, stres itu tidak hanya bisa menyebabkan kurus, tapi bisa juga menyebabkan gemuk. Malah, bisa juga menyerang orang yang langsing, namun termanifestasikan dalam bentuk yang berbeda.

Terlepas dari semuanya, tentu hanya saya yang tahu pasti penyebab kekurusan ini. 


“Kok makin kurus sih? Jelek tahu kurus. Gemukin, dong.”

 
Bayangkan saja mendengar kalimat seperti ini nyaris tiap hari. Wajar ‘kan jika lelah, kesal, sampai marah? 

Sayangnya, body shaming seringkali dianggar wajar. Banyak orang di sekeliling kita menganggap mengomentari tubuh dan penampilan fisik orang lain adalah sesuatu yang biasa, tidak ada masalah dengan itu. Ketika bertemu seseorang, komentar selewat “Lo gemukan ya?” atau “Sekarang kurusan?” dianggap sudah biasa. Yang lain malah mungkin menganggap body shaming adalah bagian dari bercanda. Karena itu cuma bercanda, maka kita tidak boleh marah atau tersinggung. ‘Kan cuma bercanda, kok sensitif sekali. Mereka  tidak sadar bahwa tindakannya sudah merendahkan dan menyakiti perasaan orang lain.
 
Kadang-kadang cemoohan-cemoohan itu membuat saya mempertanyakan apa yang salah dengan tubuh kurus. Bertahun-tahun hidup dengan tubuh kurus, rasanya lelah sekali jika orang-orang hanya bisa berkomentar, “Lo makin kurus, makanya makan yang banyak, dong.” 

 Saya merasa pantang mengomentari tubuh orang lain. Bahkan hanya untuk berkata, “Eh, sekarang gemukan?” atau “Lo kurusan ya?”, tidak saya lakukan. Khususnya, jika saya tahu komentar itu akan berdampak negatif dan destruktif. Saya pikir setiap orang memiliki kondisinya masing-masing, juga hak atas tubuhnya, termasuk hak untuk menjadi gemuk atau kurus. Sayangnya, tidak semua orang berpikiran seperti ini.

Jadi saya juga sebenernya pengen juga punya bentuk tubuh ideal , tapi sangat sulit sekali rasanya , sudah beberapa kali mencoba pake cara apapun tetap kurus lagi , prestasi terbesar dalam hidup saya mungkin cuma bisa naikin berat badan 5 kg, itupun beberapa minggu kemudian turun lagi , mungkin emang udah dari sononya seperti itu.

ya sekian dulu , itulah keluh kesah saya sebagai orang kurus yang susah gemuk  

Etubrother
etubrother
.
Share:

Jumat, 27 Maret 2020

Aku Dan Keluh Kesahku



Restu Teguh
Aku Dan Keluh Kesahku





Sakit sakit dan sakit memang terlahir dari orang tua yang terpisah (cerai), saya sejak kecil dididik oleh ibu tiri yang amat kasar layaknya antagonis seperti di sinetron.

Hidup saya sebenarnya tidak normal seperti apa yang dilihat teman teman .
Saya pergi keluar dengan senyuman bahagia, tertawa lepas,seperti tidak mempunyai masalah,tapi dibalik semua itu sebenernya menyimpan berjuta kesedihan.

Pulang kerumah, tak tau harus seperti apa, nangis tanpa sebab, kenapa harus seperti ini? Selalu bertanya tanya? Apakah saya semenderita ini, mental saya rusak serusak rusaknya. 

Bapak saya memang orang baik, tapi ibu tiri? Begitu jelas dia antagonis sejati.


Sedih jika saya mengulang cerita cerita kelam masa kecil, yang membuat saya gagal tumbuh sebagai manusia yang normal :').
Masa kecil mungkin memang sangat indah bagi mereka yang mempunyai great memories, tapi untuk saya? Itu seperti masa masa kelam, yang menciptakan rasa takut rasa cemas di jiwa saya :').

Saat ibu tiri membentak saya , saya merasa tertekan, ingin melawan namun apadaya, saya cuma anak umur 8 tahun, yang mudah diancam, bayangkan saja tiap hari selalu saja ada bahan untuk ibu tiri memarahi saya, dari hal besar hingga hal terkecil yang sangat sepele, makian ibu tiri secara tidak langsung membuat jiwa saya ciut, drop dan putus asa dalam menjalani kehidupan.


https://cusboi.tumblr.com/post/614195065918816256/bagaimanapun-ibu-tiri-tidak-akan-paham-perasaan

Hingga tiba momentnya 28 february 2014, saya sakit, lemah tak berdaya, itu awal mula saya sangat drop, dokter bilang "restu kamu tidak apa apa hanya saja kamu terlalu banyak pikiran, itulah yang membuat kamu sakit".

Seorang bocah kecil tapi sudah banyak pikiran, itulah Restu Teguh Pangestu, banyak pikiran kalo untuk orang dewasa itu memang wajar, tapi untuk anak yang masih kecil?sungguh diluar kewajaran.

Ibu tiri yang membuat saya gagal tumbuh menjadi manusia normal :')


Saya masih ingat ketika masa sekolah dulu, ketika itu saya ditekan harus dapat rangking, tapi ibu tiri saya gapernah ngajarin saya , dan akhirnya kelas 1-4 sd saya gak pernah dapat rangking, ibu tiri memaki saya dengan sebutan anak bodoh, anak yang gaguna, dan selalu dibandingin dengan orang lain :'), sakit memang, tapi mau gimana lagi? Ini takdir tidak bisa diubah, saya harus tetap menjalaninya .

Saya akhirnya termotivasi , akhirnya saya belajar banyak, supaya saya bisa dapat rangking pas sd dulu, saat siang hari, saya berhenti main keluar rumah, saya luangkan waktu untuk belajar, dan main bolapun saya skip dulu demi mengejar rangking, biar tidak dimarahi ibu tiri terus.

Hari pembagian rapot pun tiba, akhirnya saya ke rangking untuk pertama kalinya dalam sejarah, saya bangga, dan berkaca kaca, namun apadaya ibu tiri saya tetap biasa aja, dan malah membandingkan saya dengan orng lain yang rangkingnya diatas saya, sedih memang,walaupun saya cuma dapat rangking 10, tapi itu adalah bentuk perjuangan saya selama 2 semester buat belajar, seakan gak dihargai, sedangkan ibu tiri gak pernah mau bantu saya saat belajar, tapi dia selalu menekan saya. 

Balik lagi soal broken home, jujur saja ibu tiri saya cukup berperan besar dalam menghancurkan mental saya, yang membuat saya menjadi mengidap anxienty disorder dan penyakit gerd. 

Diumur saya yang semakin bertambah ini, saya pengen sembuh dari ini semua :'), saya sudah mencoba ke psikiater dan sayapun juga sudah mencoba lewat alternatif seperti metode ruqyah, hasilnya memang membuat saya sembuh, tapi hanya temporary . Besoknya tetap kambuh, rasa takut, rasa cemas, dan gerd selalu menyelimuti tiap hari hari saya.



Saya depresi berat, saya mengurung diri dikamar selama 4 tahun, saya kehilangan teman, saya bingung harus ngapain, sedangkan kondisi saya malah semakin memburuk.
Mudah mudahan saya bisa melewati fase fase yang sangat sulit ini‎.

Sorry bukanya mau playing victim ,tapi saya seperti ini memang gara gara didikan ortu saya :'), tidak mungkin akibat pergaulan, apalagi saya jarang bergaul, kemungkinannya cuma 10% kalopun terjadi.

Etubrother
etubrother

Share:
banner

Restu Teguh Pangestu

YOUTUBE

Facebook

Arsip Blog

Postingan Populer

My Music