Aku tidak mencari kebahagiaan , tapi aku membuatnya.

Senin, 29 Juli 2019

Pengidap Mental Illness Tidak Semestinya Dijauhi


Restu Teguh Pangestu
Pengidap Mental Illness Tidak Semestinya Dijauhi


Namaku Restu Teguh Pangestu,
Sebagai orang yang dianggap sakit, terkadang aku selalu berusaha untuk menutupinya walaupun tidak sempurna kelihatannya, karna saat aku terlihat aneh orang-orang cenderung menjauhiku, itulah sebabnya aku selalu menutupinya.

But ada satu titik dimana orang yang kusukai mendekatiku, dia terlihat peduli padaku, sebulan kita kontakan terus, seperti percakapan kebanyakan orang terjadilah basa basi diantara kita, kita membahas dari topic yang standard , dari hobi dan membahas daily activity.
Minggu ke minggu masih terlihat normal hubungan diantara kita, cenderung oke dan terlihat baik baik saja, topic pun berganti dari yang mulai basa-basi biasa beralih dengan pembicaraan dengan topic yang serius, semisalnya menanyakan tentang pekerjaan dan tujuan hidup.

Tentang "pekerjaan", Jujur saja saya sebenernya pengangguran dan gak kerja sama sekali, ini aib sebenernya untuk mengakuinya, tapi mungkin kejujuranku akan tampak berharga dimatanya (mungkin, kurasa).
Dan soal pertanyaan tentang "tujuan hidup" sebenernya saat ditanya oleh orang lain diluar sana, jujur saja, aku gapernah serius untuk menjawabnya, karna aku yakin mereka sebenernya gapeduli sama sekali, namunn saat dia yang bertanya seperti itu, entah kenapa hatiku, seperti enggan untuk tidak menjawab jujur, akhirnya aku pun jujur terus terang. "Tujuan hidupku sebenernya pengen hidup normal seperti orang orang biasanya" ungkapku.

Diapun bertanya "emang kamu kenapa?"
Kujawab "Mungkin kamu melihatku sebagai orang normal, tapi kalo boleh jujur, aku sebenernya adalah orang yang sakit"
Diapun berkata "emang kamu sakit kenapa?"
Kujawab : "aku punya penyakit mental yang tiap 2 minggu sekali musti control ke psikiater, tahu gak kalo setiap harinya aku ini ketergantungan dengan obat obatan seperti phenobarbital dan anti depresan, aku juga punya penyakit asam lambung akut GERD"
Diapun berkata lagi "yaampun semoga lekas sembuh dan bisa menjadi normal kembali, yaampun aku kira kamu baik baik aja, kamu keliatannya normal padahal, ternyata kamu sedang tidak baik baik saja, jangan telat makan etu, keep it up ya"

Diapun seperti mengerti, dan sepertinya mulai bisa menerima keadaanku, dengan memotivasiku jangan nyerah dan berputus asa.

Setelah aku jujur, kita masih chatingan seperti biasa, namun kali ini sedikit berbeda, kali ini aku lebih jujur dan terus terang tanpa menutupi lagi keanehanku yang selama ini kusembunyikan, karna kurasa tak perlu lah kusembunyikan lagi, karna mungkin diapun mengerti dengan keadaanku, kepedulian dia dan motivasi dia membuatku percaya diri untuk menjadi apa adanya.
Seperti biasanya, aku yang selalu menyapa pertama, 

Aku "hei gimana hari ini? Boleh kah aku bercerita, sepertinya enak ya kalo punya mesin waktu dan kembali ke masa lalu, mungkin saja aku bisa mencegah diriku di masalalu untuk setidaknya tidak sama nasibnya seperti ku"
Dia jawab "aku baik, kamu ada ada aja mesin waktu itu gaada dan mustahil, tapi seru juga sih kalo ada"
Oke skip.

Setelah basa-basi cukup lama, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengajak dia meet up.
Karna aku semakin percaya diri dengan tanggapan positif dia dichat , akhirnya aku berani untuk ngajak dia meet.
Tanggal meet up sudah ditentukan, dan iapun setuju untuk meet denganku ditanggal tersebut.

Hari yang ditunggu pun tiba , pagiku hari ini sangat bersemangat karna akan segera berjumpa denganya orang yang sangat kusuka.
Sesaat tiba di lokasi, aku masih belom melihatnya, mungkin dia sedikit telat datangnya pikirku dalam hati.
Kutunggu hingga 37 menit ditempat tersebut,akhirnya aku memesan minuman sambil menunggu kedatanganya, yap dan kebetulan dia pun tiba.

Dia berkata "maaf ya datangnya telat"
Kujawab "Oh gapapa, aku juga baru datang kok" (walaupun sebenernya aku cukup lama nunggunya).
Dia "oh yaudah,kok kamu beda banget ya sama yang di foto"
Aku "iya,btw itu sebenrnya poto lamaku, dulu aku memang gak pakai kacamata dan masih sehat bugar gak kaya sekarang" *saat aku berbicara aku bersendawa, (gerd ku nampaknya muncul)
Dia "oh gitu, jadi itu poto kamu dulu"
Aku "ya begitulah, maaf ya aku lupa berkata jujur tentang hal ini"
*lagi lagi aku tidak bisa menahan sendawa ku.
Dia "enggak apa-apa, etu jangan sendawa gitu, ini tempat umum, gasopan tau apalagi keras gitu"
Aku "iya, maafin aku, aku gabisa nahan ini,karna kalo ditahan pengap rasanya"
*nampaknya dia terlihat tidak menyukaiku saat bersendawa
Dia : "ya, itu tuh gasopan etu, aku cuma ingetin kamu kok,takutnya orang lain ngomelin kamu, kalo aku sih baik baik aja"

Disini aku merasa tertekan, karna bingung juga, disatu sisi perkataan dia benar adanya, but disisi lain, aku penderita gerd akut, akupun lupa membawa obat buat nurunin gasreflux di lambung,jadi memang sulit untuk menahanya , dan akhirnya akupun aku bersendawa lagi, dan membuat dia marah.

Dia "etu, udah dibilangin katanya gamau diulangi lagi, kok masih bersendawa, gasopan tau, malu aku diliat sama yang lain, kamu bersendawa terus, gasopan banget, kamu aneh banget sih"
Aku "maaf soal ini, aku sulit menahanya, ini lah yang ku bilang pada kamu, bahwa aku punya gerd asam lambung, ku kira kamu bakal mengerti"
*nampaknya dia begitu marah padaku
Dia "kok kamu offense gitu, sebenernya dari awal, aku gak terlalu peduli sama kamu, aku hanya ingin tahu saja, aku cuma merasa kasihan pada kamu, yaudah aku mau pulang, soalnya lagi ada keperluan lain"
Akhirnya dia pulang, dan meninggalkan ku sendiri di tempat ini.

Keesokan harinya aku mencoba chat dia lagi, namun apadaya nampaknya dia hanya read pesan dariku, mungkin dia masih kesal dengan kejadian kemaren *dalam hatiku.
Besoknya aku chat lagi, dan tetap hasilnya tetap sama, hanya di read saja, ku telpon tidak diangkat, akhirnya aku diblokir sama dia, sungguh menyedihkan .
Dan aku baru menyadarinya, ternyata dia sama aja seperti orang lainnya,yang selalu pura pura peduli dan apatis setelah mengetahui semuanya.

Saat aku menunjukan keanehan dan ketidakwarasanku, aku hanya ingin tahu saja, sebarapa lama kamu dan yang lainnya kuat menghadapi keanehanku beserta semua hal yang mungkin dianggap tidak waras, dan ternyata kamu dan yang lainnya pergi dengan sendirinya, kalo seperti ini,seharusnya dari awal jangan bicara soal kepedulian seolah kamu peduli, jika orang yang kamu anggap tidak waras saja kau masih mempermainkannya, hey kamu mendekati seseorang yang tidak waras hanya karna kamu ingin tahu dan mencoba mengobok ngoboknya sampai rasa penasaranmu terpenuhi, lalu setelah rasa penasaranmu hilang dan dirasa sudah terpenuhi, kamu pergi begitu saja tanpa solusi, pernah kah kamu berpikir bahwa orang tidak waras tersebut sangat menggantungkan dan berharap tinggi pada dirimu, kamu mungkin terlalu bodoamat untuk mengerti, sedikit merasakanya mungkin lebih baik, namun malah kamu pergi begitu saja, sungguh tidak bijaksana.

~Restu Teguh Pangestu

Etubrother
etubrother

Share:

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih.

banner

Restu Teguh Pangestu

YOUTUBE

Facebook

Arsip Blog

Postingan Populer

My Music