![]() |
Cinta, sebuah kata yang sederhana namun memegang banyak makna yang dalam. Bagi banyak orang, mendekati seseorang yang mereka cintai adalah langkah yang penuh tantangan dan keberanian. Namun, bagi saya, alasan untuk tidak mendekati perempuan adalah karena saya merasa belum siap, belum merasa pantas, dan hanya bisa memendam perasaan.
Mengapa Saya Memilih untuk Memendam?
Pertama-tama, alasan utama saya adalah karena saya merasa belum siap. Memasuki dunia percintaan membutuhkan komitmen, waktu, dan usaha. Saya merasa bahwa saat ini, saya belum memiliki kesiapan tersebut. Ada banyak aspek dalam kehidupan yang perlu saya fokuskan, seperti karier, dan pengembangan diri. Saya ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan yang terbaik dalam hubungan, bukan hanya masuk ke dalamnya tanpa persiapan yang cukup.
Selain itu, saya merasa bahwa saya belum pantas. Merasa pantas bukanlah masalah harga diri yang rendah, melainkan kesadaran diri untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Saya ingin memiliki pondasi yang kokoh sebelum memasuki hubungan, sehingga saya dapat memberikan dukungan yang kuat untuk pasangan saya.
Takut Dicap Mokondo; Modal Omong Doang
Selain merasa belum siap dan pantas, saya juga memiliki rasa takut. Takut untuk mendekati perempuan dan akhirnya hanya dianggap sebagai "mokondo modal omong doang" atau seseorang yang hanya bisa berbicara tanpa tindakan nyata. Saya ingin tindakan saya mencerminkan perasaan saya, bukan hanya kata-kata kosong. Ketika saya akhirnya memutuskan untuk mendekati seseorang, saya ingin melakukannya dengan tulus dan sungguh-sungguh.
Memendam Perasaan Bukan Solusi yang Baik
Meskipun ada alasan-alasan kuat untuk memilih untuk memendam perasaan, saya menyadari bahwa memendam perasaan bukanlah solusi yang baik. Ini hanya akan menyebabkan perasaan menjadi semakin rumit dan bisa berujung pada penyesalan. Saya perlu terus berkembang dan bekerja pada diri saya sendiri agar suatu hari saya dapat mendekati perempuan dengan keyakinan dan tindakan yang sesuai.
Menyadari Bahwa Waktunya Akan Tiba
Ketika saya merasa bahwa saya sudah cukup siap, pantas, dan berani, saya tahu bahwa waktunya akan tiba untuk mendekati perempuan yang saya cintai. Sampai saat itu, saya akan terus bekerja pada diri saya sendiri, meraih impian-impian saya, dan merasakan cinta dalam bentuk yang berbeda. Bagi saya, cinta bukan hanya tentang memiliki pasangan, tetapi juga tentang mencintai diri sendiri dan menjalani hidup dengan penuh makna.
Kesimpulan
Memendam perasaan adalah pilihan yang saya buat saat ini karena saya merasa belum siap dan belum pantas, serta takut hanya menjadi "mokondo" modal omong doang. Namun, saya tahu bahwa suatu hari nanti, saat saya telah berkembang dan siap, saya akan mendekati perempuan yang saya cintai dengan keyakinan dan tindakan yang sesuai. Cinta adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan, dan saya siap untuk menghadapinya saat waktunya tiba.
| etubrother |



0 comments:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih.