Aku tidak mencari kebahagiaan , tapi aku membuatnya.

Jumat, 09 Oktober 2015

Saya Minta Maaf

Minta maaf duluan bukan tentang siapa yang salah atau benar, tapi siapa yang mau mengalahkan egonya

Restu Teguh
Saya Minta Maaf



Untuk orang-orang yang pernah saya sakiti, hmmm melihat judulnya mungkin saya terlalu berani, karna memang terkesan membuat citra seorang etu "bad", tapi itu tak apa, daripada saya merasa tersakiti dan melakukan play victim.

Terlepas dari apa yang saya lakukan dulu, disini mungkin kalian merasa berat hati untuk memaafkan saya, tapi itu memang wajar,saya tahu kalian tersakiti, entah itu sakit hati karna ucapan atau mungkin karna tingkah "ngeyel" saya waktu dulu.

Dewasa ini saya menyadari bahwa, tak harusnya kita saling bermusuhan karna masalah yang dulu yg sudah terlewati,karna sejatinya "Masa Lalu adalah cerita yang telah usang" , ya memang saya menyadari bahwa kalian pasti masih merasa sakit hati,tapi niat baik saya untuk meminta maaf selalu dibalas dengan pengabaian oleh kalian, Jadi inilah sebabnya mengapa seorang Restu Teguh Pangestu bikin thread khusus tentang ini, saya rela menulis panjang lebar untuk kalian yang mungkin merasa tersakiti oleh saya.

Walau terdengar ringan. Saya yakin tak semua orang berani untuk minta maaf duluan. Kebanyakan orang memilih mengeraskan hati agak tak dicap lemah atau kalah.

Saya sadar betul kalau terus bertengkar tak memberikan arti apa-apa. Sebab itu, saya tidak malu minta maaf duluan karena saya memiliki jiwa yang besar.

Rasa gengsi yang sudah saya singkirkan menjadi tanda bahwa saya tengah berproses untuk menjadi dewasa. Sebab saya tak mementingkan ego diri sendiri yang bisa merusak hubungan pertemanan yang telah lama dibangun bersama. Dari hal itu saya juga berhasil membuktikan bahwa menjadi dewasa bukan perkara usia, tetapi lebih ke sikap dan perilaku terhadap sesama.


MEMINTA MAAF TIDAK AKAN MEMBUAT HARGA DIRI JATUH 


Mungkin untuk beberapa orang meminta maaf terlebih dahulu itu gengsi, cerita ini mengingatkan saya ketika beberapa minggu lalu saat masih sekolah di SMPN 10 Kota Banjar, sepulang sekolah saya dikeroyok oleh kakak kelas saya yang duduk di kelas 3 ,saya masih ingat ketika itu saya masih murid baru di smp10, saya tidak tahu kenapa saya bisa bermasalah dengan mereka (kakak kelas), yang pasti setelah kejadian itu saya meminta maaf bila ada prilaku yang kurang mengenakan dari saya yang membuat mereka trigger dan mengeroyok saya,sakit hati? ya memang saya sakit hati karna saya diludahi, dimaki-maki dan ditampol, tapi saya hiraukan itu, saya meminta maaf saja, karna setidaknya itu adalah pilihan yang membuat saya tenang, saya gak gengsi kok, justru saya bangga karna sudah meminta maaf.

Ada juga yang bilang kalau minta maaf lebih dulu tandanya merendahkan harga diri. saya tidak takut dianggap tak punya nyali karena gak berani melawan. Bukankah, minta maaf lebih dulu adalah proses pedewasaan diri. Walau tak salah, saya punya jiwa ksatria yang menjunjung ketulusan, memendam amarah hanya membuat hati jadi lelah, tapi saya berani memadamkan api supaya hati jadi lebih bijaksana, ok skip.

Tapi sebulan setelah kejadian itu saya memutuskan untuk keluar dari smp 10, saya ambil jeda 1 bulan dari kejadian itu karna biar enggak disangka saya "Cemen ataupun Pundungan" meski dikeroyok ditampol diludahi , enggak secara langsung membuat saya keluar dari sekolah, saya meminta maaf kepada mereka karna saya ingin meninggalkan sekolah itu dengan keadaan damai tidak ada dendam, walaupun sebenernya saya cemen dan pundungan karna keluar sekolah gara gara peristiwa tersebut, tapi setidaknya sikap cemen dan pundungan saya tidak terlalu menonjol cenderung tertutupi, karna sebelumnya saya sudah meminta maaf dan keluar sekolah setelah 1 bulan kejadian, saya kira 1 bulan waktu yang cukup untuk melupakan masalah pengeroyokan waktu itu, hari ini Jum'at 9 Oktober 2015 saya resmi keluar dari SMPN 10 BANJAR.


Ada sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa apa yang telah dimulai harus bisa diakhiri dengan berani. Seperti saat membuat kesalahan, sengaja atau tak sengaja saya tetap harus meminta maaf. Karena keberanian untuk meminta maaf itu tanda bahwa saya tengah berproses untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab. Meski dicap sebagai pihak yang kalah, sesungguhnya diri ini tengah ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam hal tanggung jawab diri.

Kadang minta maaf tak sepenuhnya menyelesaikan masalah, namun paling tidak saya udah berniat baik untuk kembali memperbaiki hubungan pertemanan. Jangan takut dianggap sebagai pecundang hanya karena minta maaf duluan.


                                   Etubrother
Share:

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih.

banner

Restu Teguh Pangestu

YOUTUBE

Facebook

Arsip Blog

Postingan Populer

My Music